Sekilas Tentang Hari Air Sedunia

    Sekilas Tentang Hari Air Sedunia

    Hari Air Sedunia adalah bagian dari peringatan hari PBB yang diadakan setiap tanggal 22 Maret. Secara khusus, Hari Air Sedunia menekankan pada air tawar dan kepentingannya. Hari ini digunakan sebagai cara untuk mengadvokasi pengelolaan sumber daya air tawar yang lebih berkelanjutan. Hari itu dirayakan di seluruh dunia dengan serangkaian acara. Peristiwa tersebut dapat memiliki beragam sifat: Bisa sangat mendidik, menggabungkan unsur-unsur teater atau musik, dan dapat disajikan dalam bentuk lobi. Kampanye untuk menggalang dana untuk proyek-proyek terkait air juga dapat dilibatkan selama perayaan tersebut.

    Hari Air Sedunia yang pertama ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1993. Sejak iterasi pertama, perayaan ini terus berlanjut setiap tahun dengan diikuti oleh banyak negara. UN-Water, sebagai penyelenggara acara, memilih tema perayaan tahunan setelah berkonsultasi dan berkolaborasi dengan organisasi PBB yang memiliki kepentingan dalam fokus Hari Air tahun itu. Untuk Hari Air Sedunia 2019, temanya adalah Leaving No One Behind. Tema tersebut dirancang sebagai dorongan bagi masyarakat untuk memperhatikan kelompok marjinal karena kelompok masyarakat ini seringkali diabaikan dan didiskriminasi dalam hal akses air bersih. Temanya adalah Air dan Energi pada 2014, Air dan Pembangunan Berkelanjutan 2015, Air dan Lapangan Kerja 2016, Mengapa Air Limbah? pada 2017, dan Nature for Water pada 2018.

    Hari Air Sedunia memiliki fokus pada akses universal ke air bersih dan aman, sanitasi, dan higiene (disingkat WASH) dan fokus ini bekerja dengan sangat baik dengan target yang ditetapkan oleh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selama Hari Air Dunia, Laporan Pembangunan Air Dunia (WWDR) PBB dirilis setiap tahun. Sebagai hari peringatan internasional, Hari Air Sedunia bermaksud menginspirasi orang-orang di seluruh dunia untuk mengetahui lebih banyak tentang isu-isu yang berkaitan dengan air dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan sehingga perubahan dapat dibuat. Masalah umum yang relevan dengan air termasuk kelangkaan air, polusi air, kekurangan pasokan air, kurangnya sanitasi, dan perubahan iklim serta dampaknya terhadap air. Hari itu juga berupaya mengungkap ketidaksetaraan akses ke layanan WASH dan kebutuhan untuk menggunakan hak asasi manusia atas air dan sanitasi. Kegiatan yang diadakan selama perayaan hari itu bervariasi. UNICEF, WaterAid, Water and Sanitation for the Urban Poor (WSUP), dan organisasi non-pemerintah lainnya yang aktif di sektor WASH menggunakan hari itu sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran, mendapatkan perhatian dari media, dan mendorong tindakan. Kegiatan terkait ini antara lain merilis film dan publikasi serta mengadakan seminar dan expo.

    Water Action Month disponsori oleh agen sbobet dan End Water Poverty, sebuah koalisi masyarakat sipil global dengan 250 organisasi mitra. Setiap tahun, program ini menawarkan buku panduan untuk perencanaan acara. Lebih banyak inisiatif dibentuk di sekolah dan universitas. Inisiatif-inisiatif ini berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan dan konservasi sumber daya air. Michigan State University misalnya, pada tahun 2017 mengadakan lomba poster terbaik Hari Air Sedunia sementara anak-anak sekolah dasar di Filipina mengikuti lomba pada tahun 2010.

    Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Mengatasi Krisis Air
    Air Bersih Blog Informasi

    Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Mengatasi Krisis Air

    Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Mengatasi Krisis Air – Dewasa ini, permasalahan ketersediaan air bersih merupakan masalah yang melanda hampir seluruh dunia. Menurut data yang dilansir oleh UNICEF dan WHO, Indonesia merupakan slaah satu dari sepuluh negara yang penduduknya belum sepenuhnya memiliki akses terhadap air bersih. Sebanyak dua per tiga penduduk Indonesia bersama sembilan negara lainnya, yaitu Republik Rakyat Cina, India, Inggris, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Bangladesh, Republik Tanzania, Kenya, dan Pakistan tidak memiliki akses terhadap air bersih.

    Di Indonesia, permasalahan ketersediaan air bersih yang layak digunakan lebih diakibatkan oleh kurangnya fasilitas penyedia air. Setiap tahun, negara ini selalu mengalami pertambahan penduduk. Namun, hal tersebut tidak dibarengi oleh fasilitas penyediaan air bersih. Di dalam masyarakat, terjadi ketimpangan antara penduduk yang terus bertambah setiap tahun namun fasilitas tidak bertambah. Di dalam masyarakat, hanya terdapat dua fasilitas yang menyediakan air, yaitu PDAM dan dengan usaha sendiri menggali sumur. PDAM sendiri sebagai salah satu penyedia ketersediaan air dinilai belum cukup dalam memberikan ketersediaan dan kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Angka penduduk yang terus bertambah menyulitkan PDAM dalam menyediakan kebutuhan penduduk akan air bersih, sehingga terkadang pihak PDAM harus melakukannya secara bergilir dalam mendistribusikan air bersiih ke masyarakat.

    Fasilitas lain yang digunakan oleh salah satu anggota taruhan bola di agen bola untuk menyediakan air untuk kebutuhan adalah dengan cara menggali sumur. Namun, air hasil galian sumur biasanya berwarna keruh dan masih berbau sehingga belum layak untuk digunakan sebagai konsumsi sehari-hari. Terkadang, warga tidak memiliki pilihan sehingga tetap menggunakan air galian sumur untuk konsumsi sehari-hari. Dari situ, permasalahan kesehatan yang serius sangat berpotensi muncul. Konsumsi air kotor secara terus menerus sangat membahayakan kesehatan sehingga sangat mungkin akan munculnya berbagai penyakit berbahaya.

    Permasalahn lain yang membuat ketersediaan air bersih di dalam masyarakat mengalami krisis adalah kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang lebih memilih cara praktis dalam membuang sampah, yaitu dengan membuangnya ke selokan atau ke danau atau sungai. Padahal, sungai dan danau merupakan salah satu penyedia air bersih. Selain mencemari sungai dan danau, akibat dari kebiasaan membuang sampah di sungai atau danau adalah bencana banjir. Ketika musim hujan datang, aliran sungai yang tersumbat sampah akan menimbulkan bencana banjir dan berbagai macam penyakit.

    Untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan air bersih, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi melakukan kerja sama dalam mengatasi krisis air bersih. Setidaknya ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah pusat dan masyarakat. Yang pertama adalah dengan mengoptimalkan PDAM dalam menyediakan kebutuhan air bersih untuk masyarakat dengan cara membangun lebih banyak PDAM. Untuk mengatasi air tanah yang terus menerus disedot, pemerintah harus bersikap tegas terhadap pembangunan yang mengambil area lahan resapan air. Tindakan tegas dan sanksi yang keras terhadap pelanggar mutlak diperlukan agar lahan resapan air terus tersedia sehingga air bisa kembali ke dalam tanah. Masyarakat bisa membantu pemerintah dengan melakukan pengiritan dalam penggunaan air bersih sehari-hari. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya mutlak diperlukan. Jika pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi krisis ketersediaan air bersih untuk masyarakat namun masyarakatnya sendiri tidak memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan melakukan pengiritan dalam penggunaan air bersih, maka upaya yang dilakukan oleh pemerintah akan sia-sia. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus melakukan kerja sama dalam menganggulangi atau mencegah krisis air terjadi di Indonesia.

    Penduduk Dunia Mulai Menghadapi Krisis Air Bersih
    Air Bersih Blog Informasi Komunitas

    Penduduk Dunia Mulai Menghadapi Krisis Air Bersih

    Penduduk Dunia Mulai Menghadapi Krisis Air Bersih – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memperingatkan mengenai bahaya krisis air yang akan melanda penduduk dunia. Dalam peluncuran The International for Action on Water for Sustainable Development di tahun 2018, ia memaparkan bahwa kelangkaan air di masa mendatang merupakan permasalahan penduduk dunia, jadi ia menekankan bahwa setiap pihak harus bekerja sama dalam menanggulangi atau menghindari permasalahan tersebut. Menurutnya, diproyeksikan bahwa kebutuhan akan air meningkat sebesar 40% di pertengahan abad ini. Hal ini menjadi mengkhawatirkan ketika krisis iklim dan pemanasan global semakin parah yang membuat krisis air di masa mendatang akan lebih parah di luar perkiraan.

    Perkembangan penduduk manusia terus berlanjut. Kebutuhan akan lahan sebagai tempat pendudukan manusia terus meningkat. Ditambah lagi perkembangan industri dan pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah berbahaya kian memperparah kerusakan lingkungan. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh World Research Institute (WRI) pada bulan Agustus 2019, setidaknya terdapat 1,8 miliar penduduk dunia yang hidup di 17 negara tinggal di area yang mengalami krisis persediaan air bersih karena adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan dan persediaan air. Ketimpangan antara besarnya kebutuhan akan air bersih dan persediaan air di dalam tanah berpotensi mengarah pada krisis air bersih massal.

    Hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga yang berkantor pusat di Washington DC, Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa terdapat setidaknya 12 negara yang sedang mengalami krisis air bersih. Ketidakseimbangan antara kebutuhan akan air besih dan persediaannya di dalam tanah merupakan penyebab utama dari krisis tersebut. Ketidakseimbangan tersebut terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Di wilayah Asia Selatan terdapat dua negara yang mengalami krisis air, yaitu India dan Pakistan. Kedua negara tersebut memang merupakan negara berpenduduk besar. Di wilayah Eropa, terdapat negara kecil San Marino yang mengalami ketimpangan antara persediaan air di tanah dan kebutuhan akan air tersebut. Di wilayah Afrika, terdapat negara Bostwana sedangkan di wilayah Asia Tengah terdapat negara Turkmenistan yang tengah mengalami krisis air.

    Selain negara-negara di atas, analisis WRI menyebutkan bahwa terdapat negara lain yang sangat berisiko mengalami krisis air seperti Qatar. Udara yang sangat panas serta persediaan air yang terus-menerus berkurang membuat negara tersebut berpotensi besar mengalami krisis air bersih dalam beberapa dekade ke depan. Qatar merupakan salah satu negara yang sangat mengandalkan sistem desalinasi air laut guna menyediakan dan memenuhi kebutuhan akan air bersih penduduknya.

    Kemudian dalam laporannya, WRI memaparkan bahwa krisis air bisa berdampak pada berbagai sektor kehidupan, salah satunya sektor ekonomi dan keamanan. Lembaga tersebut memberikan contoh bagaimana kerusuhan dan kekerasan terjadi di kota Chennai, India. Kekurangan air diperparah dengan musim panas berkepanjangan. Di kota yang berpenduduk 7 juta tersebut mengalami penundaan musim hujan akibat kemarau yang panjang. Akibatnya, penduduk melakukan protes dan aksi kekeraan pun tidak dapat terhindarkan. Bisnis dan perekonomian di kota yang terletak di India Selatan tersebut mengalami kelumpuhan dalam beberapa hari.

    Pemimpin WRI, Paul Reig memaparkan bahwa India merupakan negara yang menempati urutan ke-13 sebagai enagar yang paling berpotensi mengalami krisis air di seluruh negerinya. India Utara yang memiliki banyak hutan lebat mengalami penurunan persediaan air tanah yang sangat ekstrem. Hal ini membuat persediaan air tanah sangat mengkhawatirkan.

    Peran Pemerintah Prancis Menanggulangi Krisis Air
    Air Bersih Blog Informasi

    Peran Pemerintah Prancis Menanggulangi Krisis Air

    Peran Pemerintah Prancis Menanggulangi Krisis Air – Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa lembaga riset lingkungan, Prancis diprediksi akan mengalami krisis air bersih dalam beberapa dekade mendatang. Negara yang beribukota Paris ini merupakan salah satu negara terpadat di Benua Eropa dengan jumlah penduduk sebanyak 67 juta jiwa. Hal ini membuat Prancis harus mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis air. Diberitakan bahwa Prancis melakukan beberapa langkah demi menanggulangi krisis air tersebut. Salah satu cara yang akan diterapkan oleh pemerintah Prancis adalah dengan menggenjot penggunaan air limbah daur ulang.

    Pemerintah Prancis diberitakan akan mendorong penduduknya menggunakan air limbah daur ulang dan mengurangi penggunaan air tanah. Hal ini dilakukan akibat perubahan iklim yang membuat aliran beberapa sungai di Prancis mengalami kekeringan sehingga aliran airnya tidak terlalu banyak. Langkah ini diambil setelah berbulan-bulan diadakan perundingan di dalam Parlemen Prancis. menurut kantor berita Reuters, Kementrian Lingkungan Hidup Prancis, François de Rugy akan mengusulkan kebijakan kebijakan mengurangi penggunaan air tanah sebesar 10% dalam lima tahun mendatang. Ia juga mengusulkan untuk mengurangi penggunaan air tanah sebesar 25% untuk jangka waktu 15 tahun mendatang yang dimulai dari sekarang.

    Selain untuk menghadapi berkurangnya debit air di beberapa aliran sungai di Prancis, langakah ini diambil sebagai upaya persiapan negara yang memiliki julukan “L’Hexagone” ini dalam menghadapi masa depan yang diperkirakan akan menghadapi kekeringan. Melalui keterangannya, Rugy memaparkan bahwa persoalan air bersih merupakan prioritasnya dalam menyelamatkan lingkungan. Dalam sebuah studi, dikatakan bahwa jumlah debit rata-rata air di sejumlah sungai di Prancis mengalami penurunan sekitar 10 hingga 40 persen dalam setengah abad ke depan. Dalam usulannya yang dibacakan di dalam parlemen, Rugy bersama penerintah memberikan usul berupa adanya tarif khusus bagi penduduk yang memiliki kolam renang di dalam rumahnya. Tarif tersebut menurutnya diperlukan karena secara rata-rata penduduk Prancis menghabiskan setidaknya 150 liter setiap harinya.

    Dalam usulan lainnya, Pemerintah Prancis mengusulkan akan memberlakukan peraturan baru, yaitu berupa memperketat syarat penggunaan air oleh sejumlah perusahaan industri, di antaranya adalah perusahaan yang bergerak di sektor pembangunan pada tahun 2022.
    Usulan selanjutnya yang diajukan oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan dan menyarankan penduduk untuk menggunakan penggunaan air hujan dengan cara menampungnya untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan harian. Selain itu, Pemerintah Prancis juga mengusulkan menggunakan air limbah untuk menyiram tanaman dan penggunaan air di toilet serta penggunaan lainya kecuali konsumsi. Pemerintah Prancis tidak akan mengubah air tanah dengan air limbah untuk konsumsi sehari-hari.

    Perusahaan air di Prancis, yaitu Suez, memaparkan bahwa penggunaan air limbah yang didaur ulang untuk kembali digunakan di Prancis hanya menyentuh angka 1 persen. Menurut kepala perusahaan Suez, Marie-Ange yang juga merupakan salah satu anggota poker online mengatakan bahwa persentasi penggunaan air limbah di Prancis masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara sekitar seperti misalnya Spanyol yang persentase penggunaan air limbahnya sebesar 10 persen. Selain itu, negara lain, yaitu Italia juga memiliki persentase penggunaan air limbah untuk digunakan kembali sebesar 11 persen. Selain melakukan penghematan air tanah dengan mendorong penduduknya untuk menggunakan air limbah, Prancis juga berupaya untuk menggunakan teknologi desalinasi air laut dengan tujuan air tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Prancis namun tidak mengurangi jumlah air tanah. Prancis merupakan salah satu negara terdepan yang mampu melakukan desalinasi dengan teknologi mutakhir.

    Upaya Kita Menjaga dan Melestarikan Air di Perkotaan
    Air Bersih Blog Informasi

    Upaya Kita Menjaga dan Melestarikan Air di Perkotaan

    Upaya Kita Menjaga dan Melestarikan Air di Perkotaan – Air merupakan salah satu elemen terpenting di dalam kehidupan, begitu juga dengan kehidupan manusia. Kita tidak bisa hidup tanpa air. Air merupakan salah satu penggerak kehidupan mahluk hidup. Sebagian besar tubuh manusia bahkan terdiri dari air. Menurut sebuah penelitian, kita bisa menahan rasa lapar dalam waktu yang relatif lama namun kita tidak bisa menahan haus dalam waktu yang lama. Hal ini membuktikan bahwa air memiliki peran yang sangat signifikan terhadap kehidupan. Sayangnya, kemajuan industri dan pembangunan pabrik yang terus dilakukan menjadi ancaman. Tidak hanya pembangunan pabrik dan industri, kemajuan perekonomian di kota-kota besar menarik minat masyarakat desa untuk melakukan migrasi ke kota. Akibatnya, lahan semakin sempit karena digunakan untuk membangun perumahan.

    Hilangnya lahan membuat area resapan air semakin berkurang sehingga timbul masalah yang sering terjadi di kota besar ketika hujan besar seperti banjir. Tidak hanya itu, hilangnya area resapan air membuat keberadaan air di perkotaan semakin berkurang. Pertambahan penduduk yang membutuhkan air bersih di perkotaan tidak sebanding dengan jumlah air yang masuk kembali ke dalam tanah. Akibatnya, permukaan tanah pun menjadi turun akibat penyedotan air secara besar-besaran. Sebagai upaya pelestarian dan menjaga keberadaan air di perkotaan, menjaga area resapan air dan menghentikan pembangunan area perumahan atau bangunan lainnya yang mengorbankan area resapan air mutlak diperlukan. Sebagai masyarakat kota, kita bisa melakukan beberapa hal dengan tujuan menjaga dan melestarikan air di perkotaan.

    Pertama adalah menjaga lingkungan. Ini adalah cara yang mutlak demi menjaga kebersihan dan keberadaan air bersih. Jika lingkungan kita kotor dan tercemar, maka sangat mungkin air yang akan kita gunakan juga akan ikut tercemar. Akibatnya, air bersih yang akan kita gunakan dan konsumsi menjadi kotor dan tidak layak digunakan. Maka dari itu, menjaga kebersihan lingkungan sangat mutlak dilakukan. Kamu bisa mulai dengan selalu rajin membersihkan area lingkungan di rumahmu.

    Kedua adalah dengan selalu membuang sampah pada tempatnya. Membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah yang sangat mutlak dilakukan. Sampah yang berserakan akan menyumbat saluran air sehingga ketika musim hujan tiba, tumpukan sampah akan menyumpat aliran air. Selain itu, jangan membuang sampah di sungai atau kanal. Selain mengotorinya, membuang sampah pada sungai atau kanal akan menimbukan bencana banjir. Sungai yang bersih dan bebas sampah bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. Sungai yang bersih pun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk keperluan lainnya seperti mencuci ataupun mandi. Jadi, jangan buang sampah ke sungai, ya!.

    Ketiga adalah dengan melakukan penghematan penggunaan air. Menggunakan air secara berlebihan akan berdampak buruk. Saat terjadi musim kemarau panjang, biasanya akan terjadi pula bencana kekeringan. Sumber air bersih mengalami kekeringan karena tidak adanya air akibat penyedotan besar-besara yang dilakukan. Penyedotan secara besar-besaran terjadi akibat penggunaan air yang sangat boros. Kamu bisa melakukan penghematan air dengan selalu menutup keran air setelah menggunakannya, menyiram tanaman dengan air selokan atau menampung air saat hujan turun sehingga penggunaan air keran berkurang.

    Terakhir adalah tidak membuang limbah industri atau kimia secara sembarangan. Limbah kimia seperti cat, obat cair bekas atau bahan berbahaya lainnya dapat menyebabkan saluran air tercemar. Air yang terkontaminasi dengan limbah kimia akan meresap ke dalam tanah dan bercampur dengan air tanah sehingga air bersih menjadi tercemar. Kamu bisa mengumpulkan limbah kimia dan memberikan limbah tersebut ke pengepul atau pabrik yang masih membutuhkan limbah tersebut atau kamu bisa membuang limbah kimia di pembuangan khusus limbah yang khusus disediakan di lokasi terdekat dari rumahmu.

    Do NOT follow this link or you will be banned from the site!